Tips Memakai Pakaian Bermotif (I)

Mulai dari motif kotak-kotak, floral, sampai motif kulit binatang yang cukup menarik perhatian. Masing-masing motif memiliki kesan tersendiri ketika seseorang memakainya. Untuk acara formal, kasual atau sehari-hari, kamu mesti jeli memilih motif untuk menyesuaikannya dengan momen dan acara. Agar bisa menggunakan motif pakaian sesuai momen, tips fashion memakai pakaian bermotif ini wajib kamu ketahui.

1. Motif paisley untuk kesan etnik dan nuansa 1960-an

Meskipun awalnya diimpor dari Asia Tengah pada abad ke-18, nama dari motif ini diambil dari kota Paisley, Skotlandia. Pada periode ini, banyak pengrajin yang memproduksi syal bermotif paisley. Mereka mendapatkan inspirasi motif ini setelah menjelajah ke India dan Persia. Kamu dapat menggunakan motif ini untuk acara kasual. Kesan etnik juga membuat motif ini cocok diaplikasikan pada dress dan jumpsuit untuk berlibur di pantai.

2. Kotak-kotak gingham yang cocok untuk gaya kasual ataupun formal. Fashion Article

Asal mula kata gingham berasal dari bahasa Melayu, yaitu genggang yang berarti garis-garis. Hingga saat ini, motif gingham seringkali kita lihat diaplikasikan pada pakaian, lantai, hingga taplak meja. Motif gingham cocok kamu gunakan untuk momen kasual. Meskipun begitu, dengan model pakaian potongan formal, kamu dapat menggunakannya ke kantor ataupun acara penting.

3. Windowpane yang unik dan klasik 

Motif windowpane atau kotak-kotak jendela kerap digunakan untuk setelan jas atau blazer. Motif ini dipopulerkan oleh Edward VIII lewat jaket yang dikenakannya. Motif kotak-kotak jendela pun sempat populer beberapa tahun silam. Dibandingkan dengan motif kotak-kotak gingham, windowpane lebih cocok diaplikasikan untuk momen formal. Jarak kotak-kotak yang tidak terlalu rapat memberikan kesan edgy untuk penampilan.

4. Motif garis yang tidak pernah ketinggalan jaman 

Motif yang satu ini tergolong cocok diaplikasikan untuk beragam momen. Tanpa harus takut ketinggalan jaman, kamu dapat menginvestasikan pakaian bergaris untuk jangka panjang. Acara formal, kasual ataupun sekadar digunakan sehari-hari, motif ini sah digunakan kapan saja. Kamu dapat memilih dress, celana dan blazer dengan motif garis-garis untuk melengkapi outfit sehari-hari.

5. Floral untuk kesan feminin 

Meskipun cukup populer di Eropa, motif floral jauh lebih dulu hadir di Asia Timur. Para pedagang tekstil dari wilayah ini menjual kain-kain bermotif floral ke wilayah Eropa. Tidak heran jika motif floral cukup populer di kalangan bangsawan saat itu.

Motif yang satu ini cenderung feminin dan lebih banyak digunakan oleh perempuan. Kamu yang feminin dapat memadukan rok floral dengan atasan polos untuk penampilan sehari-hari. 

admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *